Perasaan cinta, seringnya tak pernah kita sadari.terutama saat mulai masuk dan diam dalam diri kita. Jarang kita menyadari itu. Tapi cerita ini, bukan tentang kesadaran ku tentang perasaan itu. Hanya saja, kesadaran yang sudah kupunya dari dahulu, tak membuat ku mengerti tentang semua yang kualami. Tertutama, mengerti kenapa aku masih mencintainya sampai detik ini.
Perasaan ini, awalnya hanya perasaan kagum, saat itu, usiaku masih 14Th, aku ada dalam masa puberku. Bukan tak disengaja,sejujurnya aku tak pernah sadar nama siapa yang kusebutkan, saat salah satu teman ku menawarkan “bursa salam” malam itu. Beberapa hari, tak ada lagi bursa salam yg ditujukan untuk ku. Tapi, berbeda pada siang setelah istirahat itu. Segerombolan orang berjalan, melewati lorong-lorong samping kelasku. Jendela kelas ku tidak begitu tinggi, jadi aku dan teman-teman bisa mengetahui siapa saja yang lewat samping kelas kami.
Bagi kami, laki-laki adalah makhluk yang susah untuk ditemui. Kami tinggal diasrama, yang otomatis kelas kami bebeda. Jadi kesempatan untuk bertemu dengan para pria pun bisa dihitung. Dan lumrahnya kami yg jarang melihat mereka, kelas kami sedikit ramai saat itu.termasuk aku, yang duduk pas didekat jendela yang bolong tanpa kaca.
Mataku melirik malu, ingin tahu siapa saja yang berjalan. Beberapa kali kutolehkan muka ku memberanikan diri, tapi lelaki yang sempat kusebut namanya tak pernah kulihat, padahal beberapa temannya sudah kulihat berjalan kearah Lab. Matematika.“mungkin dia bolos..” kataku dalam hati. Kulupakan lelaki itu sebentar, wali kelasku sudah ada dimejanya lagi. Beliau siap mengumumkan bahwa nanti Malam, ada kegiatan pentas seni.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar